Latest Entries »

UNTUKMU WAHAI PARA PERINDU RAMADHAN

 


Apabila benar Anda rindu, Anda akan mencium bau Ramadhan dari jauh, seperti Ya’qub Alaihissalam mencium bau Yusuf Alaihissalam karena     kerinduan yang menggelora pada puteranya itu. 
Sekiranya Anda mencium Ramadhan dan Anda kenakan ‘pakaiannya’, nescaya hati Anda akan kembali melihat. Seperti pandangan Nabi Ya’qub, terbebas dari kebutaan kerana mencium aroma baju Nabi Yusuf.

Jika benar Anda rindu Ramadhan, Anda akan membuat persiapan menyambutnya. Allah Subhaanahu Wata’ala berfirman:

“Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka. Maka Allah melemahkan keinginan mereka. Dan dikatakan kepada mereka, “Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu.” (QS. At-Taubah: 46).

Ibnul Qayyim—rahimahullah—berkata, “Berhati-hatilah terhadap dua perkara. Pertama: Kewajiban telah datang, tetapi kalian tidak siap untuk menjalankannya, sehingga kalian mendapat hukuman berupa kelemahan untuk memenuhinya dan kehinaan dengan tidak mendapatkan pahalanya….”

Allah Subhaanahu Wata’ala berfirman, artinya:
“Maka jika Allah mengembalikanmu kepada suatu golongan dari mereka, kemudian mereka minta izin kepadamu untuk keluar (pergi berperang), maka katakanlah, “Kamu tidak boleh keluar bersamaku selamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya kamu telah rela tidak pergi berperang kali yang pertama. Kerana itu, duduklah bersama orang-orang yang tidak ikut berperang.” (QS. At-Taubah: 83).

Kita haruslah berhati-hati dari mengalami nasib seperti ini, yaitu menjadi orang yang tidak berhak menjalankan perintah Allah Subhaanahu Wata’ala  yang penuh berkah. seringnya kita mengikuti hawa nafsu, akan menyebabkan kita tertimpa hukuman, berupa tertutupnya hati dari hidayah.

Allah Azza Wajalla berfirman, artinya:
“Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al Qur’an) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya .” (QS. Al An’am: 110).

Itulah sebabnya pentingnya persiapan dalam menyambut kedatangan Ramadhan, sehingga kita tidak dihukum dengan tidak berdayanya kita dalam melakukan kebaikan dan kehinaan dengan tidak boleh menambah ketaatan.

Mari kita renungkan kembali ayat-ayat di atas. Allah Subhaanahu Wata’ala tidak menyukai keberangkatan mereka lalu Allah lemahkan mereka. Karena tidak ada persiapan dari mereka dan niat mereka pun tidak lurus.

Namun, apabila seseorang bersiap untuk menunaikan suatu amal, dan ia bangkit menghadap Allah dengan kerelaan hati, maka Allah tidak menolah menolak hambanya yang datang menghadap-Nya. Sehingga dahulu, generasi salafush shaleh selalu mempersiapkan diri-diri mereka dalam 
menyambut Ramadhan dengan sebaik-baiknya.

Pada enam bulan sebelum Ramadhan, mereka berdoa agar sampai di bulan Ramadhan. Kemudian pada enam bulan setelah Ramadhan, mereka berdoa agar kembali bertemu Ramadhan. Sehingga sepanjang tahun, kehidupan mereka nuansanya adalah Ramadhan.

Antara Rajab, Sya’ban dan Ramadhan
Buatlah persiapan menyambut Ramadhan. Aisyah—radhiyallahu ‘anha—berkata,
لَمْ أَرَهُ صَائِمًا مِنْ شَهْرٍ قَطٌّ أَكْثَرَ مِنْ صِيَامِهِ مِنْ شَعْبِانَ، كَانَ يَصُوْمُ شَعْبَانَ كَلَّهُ
“Saya sama sekali belum pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berpuasa dalam satu bulan, sebanyak yang beliau lakukan di bulan Sya’ban. Di dalamnya, beliau berpuasa sebulan penuh.” (HR. Muslim).

Menurut riwayat lain, “Beliau berpuasa di bulan Sya’ban kecuali sedikit hari.”

 
Kerananya, bersiaplah dengan banyak berpuasa, agar jiwa terbiasa dengan puasa. Lakukanlah shalat malam di bulan Sya’ban. Perbanyakanlah membaca Al Qur’an. Perbanyaklah dzikir kepada Allah Subhaanahu Wata’ala sebagai pengantar memasuki Ramadhan.

Sebagian ulama mengatakan bahwa Rajab adalah bulan persemaian. Sya’ban adalah bulan pengairan. Adapun Ramadhan, ia adalah bulan memetik buah. Agar buah dapat dipetik di bulan Ramadhan, harus ada benih yang disemai, dan ia harus diairi sampai menghasilkan buah yang rimbun.

Perbarui Taubat

Persiapan lain untuk menyambut Ramadhan adalah taubat. Semoga Allah Subhaanahu Wata’ala mengaruniakan taubat nasuha kepada kita agar Ia ridha. Karena taubat wajib dilakukan seorang hamba setiap saat.

Allah Azza Wajalla berfirman, artinya:
“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” (QS. An-Nur: 31).

Agungkan Perintah dan Larangan Allah Subhaanahu Wata’ala
Kita harus memiliki rasa kuatir yang besar, jika kita tetap tidak terbebas dari api neraka meski telah melewati Ramadhan. Bagaimana nasib Bani Israil, tatkala mereka tidak menghormati perintah Allah Azza Wajalla untuk tidak mencari ikan di hari Sabtu? Allah Sunhaanahu Wata’ala mengubah mereka menjadi kera.

Allah Subhaanahu Wata’ala berfirman, artinya,
“Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya, kami katakan kepadanya, “Jadilah kamu kera yang hina.” (QS. Al A’raf: 166).

Allah Subhaanahu Wata’ala berfirman, artinya, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 183).

Ini adalah perintah, kewajiban sekaligus ritual yang agung. Barangsiapa mengagungkannya, dia adalah orang bertakwa. Allah Subhaanahu Wata’ala berfirman, artinya,

“Demikianlah (perintah Allah), dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.” (QS. Al Hajj: 32).
Secara fitrah, hati manusia membenci kemaksiatan. Tetapi sebagaimana diketahui, fitrah bisa berubah-ubah. Karenanya, sebelum Ramadhan datang, kita harus berusaha mengembalikan fitrah ini ke dalam hati bila ia telah hilang, atau memperkuatnya bila telah melemah.

Dengannya, seseorang menjadi enggan bermaksiat kepada Allah, khususnya setelah merasakan kondisi keimanan di tengah ibadah puasa. Agar hati terlatih bersikap enggan terhadap maksiat sebelum Ramadhan datang.
Seseorang harus berbaur dengan nilai-nilai ruhiyah yang tinggi, agar hati mengingkari dan berhati-hati atas segala bentuk maksiat, baik lisan, penglihatan, perasaan, maupun anggota badan. Ia juga harus berbaur dengan perenungan Al Qur’an dan pemahaman zikir, mencoba merasakan kelezatan munajat dan tunduk di hadapan Allah Subhaanahu Wata’ala.

Kesiapan seseorang untuk menyambut Ramadhan ditandai dengan sikap enggan terhadap maksiat. Hal ini bisa dilakukan dengan memperbanyak puasa dan membaca Al Qur’an. Orang yang berakal tidak akan terbayang untuk melakukan maksiat ketika sibuk dengan ketaatan.

Latih Kepekaan Pancaindera
Biasakanlah pancaindera dengan ketaatan. Latih mata untuk melihat mushaf, hindarkan dari memandang yang haram. Latih telinga mendengar Al Qur’an, mendengar ilmu. Hindarkan dari mendengar  nyanyian-nyanyian haram, perkataan dusta, keji, dan kotor. Biasakan lidah memperbanyak zikir, beramar ma’ruf dan nahi mungkar, berkata jujur dan menyampaikan nasihat kepada kaum Mukmin.

Manusia akan bertanggung jawab atas anggota badan dan inderanya ini pada hari kiamat.

Allah Subhaanahu Wata’ala berfirman, artinya,
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al Isra’: 36).

Kerana, pancaindera harus dilatih sebagai bentuk persiapan, agar ia tunduk kepada Anda pada bulan Ramadhan. Anda pun akan mudah mengendalikannya.

Perbanyak Puasa pada Bulan Sya’ban
Dari ‘Aisyah—radhiyallahu ‘anha, berkata,
“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berpuasa hingga kami mengatakan beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak pernah berbuka, dan beliau berbuka hingga kami mengatakan bahwa beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak pernah puasa. Namun Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak pernah berpuasa sebulan penuh, kecuali pada bulan Ramadhan. Dan aku tidak pernah melihat satu bulan yang paling banyak beliau berpuasa kecuali pada bulan Sya’ban.” (HR. Muslim).

Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang diharamkan mendapatkan berkah Ramadhan karena Ramadhan telah di depan mata, namun kita belum melakukan persiapan.

(Disarikan dari “Asraarul Muhibbiin fii Ramadhan” karya Syekh Muhammad Husain Ya’qub/Al Fikrah Edisi18, 16 Juli 2010)
 
 
 

STADION MEGA QATAR

Desain Mewah Stadion-Stadion di Qatar

Stadion Piala Dunia 2022 di QatarQatar telah resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. Kendati masa 10 tahun lagi, namun salah satu negeri terkaya di Timur Tengah itu sudah mempersiapkan diri untuk memberikan yang terbaik bagi setiap kontestan peserta Piala Dunia. Tentu saja bukan hanya peserta, tapi juga penonton yang datang ke stadion.

Qatar sudah menyiapkan sejumlah stadion dengan desain arsitekturnya yang sangat fantastis. Bentuknya yang elegan, mewah, dan mengagumkan. Tak salah bila negara ini dijuluki sebagai negara terkaya di dunia.

Dengan desain dan rancangan yang serba menarik itu, diyakini perhelatan Piala Dunia di Timur Tengah itu akan semakin mengagumkan.

Sebelum ditunjuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022, Qatar harus bersaing ketat dengan Jepang. Namun, dengan kekayaan yang dimilikinya, maka Qatar mampu menarik minat penentu kebijakan untuk menunjuknya menjadi tuan rumah Piala Dunia.

Selain suguhan stadion, Qatar tentu akan menunjukkan yang lebih. Walau sempat ada pertentangan karena dinilai menjadi tempat atau wilayahnya yang panas, Qatar sudah menyiapkan awan buatan untuk melindungi penonton dari panas. (syafik).

Stadion Piala Dunia 2022 di Qatar
Doha Port Stadium di Doha. Akan dibangun. Kapasitas: 44.950

Stadion Piala Dunia 2022 di Qatar
El-Gharafa Stadium di Al-Rayyan. Perlu renovasi. Kapasitas: 44.740

Stadion Piala Dunia 2022 di Qatar
Al-Shamal Stadium di Al-Shamal. Akan dibangun. Kapasitas: 45.120

Stadion Piala Dunia 2022 di Qatar
Al-Khor Stadium di Al-Khor. Akan dibangun. Kapasitas: 45.330

Stadion Piala Dunia 2022 di Qatar
Umm Slal Stadium di Umm Slal. Akan dibangun. Kapasitas: 45.120

Stadion Piala Dunia 2022 di Qatar
Education City Stadium di Al-Rayyan. Akan dibangun. Kapasitas: 45.350

Stadion Piala Dunia 2022 di Qatar
Khalifa International Stadium di Al-Rayyan. Perlu renovasi. Kapasitas: 68.030

Stadion Piala Dunia 2022 di Qatar
Al-Wakrah Stadium di Al-Wakrah. Akan dibangun. Kapasitas: 45.120

Stadion Piala Dunia 2022 di Qatar
Al-Rayyan Stadium di Al-Rayyan. Perlu renovasi. Kapasitas: 44.740

Stadion Piala Dunia 2022 di Qatar
Qatar University Stadium di Doha. Akan dibangun. Kapasitas: 43.520

Stadion Piala Dunia 2022 di Qatar
Sports City Stadium di Doha. Akan dibangun. Kapasitas: 47.560

Stadion Piala Dunia 2022 di Qatar
Lusail Iconic Stadium di Al-Daayen. Akan dibangun. Kapasitas: 86.250


Koalisi Pemantau Peradilan Laporkan Lima Anggota DPR

Jakarta (ANTARA) – Koalisi Pemantau Peradilan melaporkan lima anggota DPR ke Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri terkait kasus dugaan korupsi Walikota Semarang dan Ketua DPRD Jawa Tengah (Jateng).”Sekitar lima anggota DPR dari Komisi III yang mempertanyakan tentang keabsahan pemindahan Walikota Semarang dan Ketua DPRD Jateng, sampai mereka mendatangi ke Semarang,” kata Perwakilan Koalisi Pemantau Peradilan, Jamil Mubarok di Jakarta, Kamis. …

Daftar Universitas Swasta

Profesi akuntansi di Indonesia memasuki era baru dengan terbitnya SK Menteri Pendidikan Nasional No. 179/U/2001. Dengan adanya aturan baru tersebut sebutan profesi akuntan hanya dapat diberikan kepada mereka yang telah selesai menempuh Pendidikan Profesi Akuntansi. Dahulu sebutan akuntan hanya diberikan kepada alumni S1 Fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi dari PTN dan PTS yang lulus Ujian Negara Akuntansi (UNA), sehingga untuk sekarang ini alumni PTN dan PTS mempunyai derajat yang sama untuk memperoleh sebutan Akuntan. Pendidikan ini tidak saja memberikan hak formal sebutan Akuntan tetapi juga keahlian profesional, sehingga memiliki keunggulan komparatif dalam memasuki dunia kerja

info IAI |(ikatan akuntan Indonesia), PERGURUAN TINGGI NEGERI/SWASTA PENYELENGGARA PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI (PPA) :

1 PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI UNIVERSITAS DIPONEGORO
2 PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI UNIVERSITAS MERCU BUANA
3 PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI UNIVERSITAS BRAWIJAYA
4 PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
5 PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI UNIVERSITAS AIRLANGGA
6 PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI…

Lihat pos aslinya 166 kata lagi

pengantar pendidikan

PENGANTAR PENDIDIKAN

Sistem Pendidikan Nasional

 

  

OLEH :

Syarif (109204028)

 

 

PRODI PENDIDIKAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan  kehadirat Allah SWT, karena berkat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah strategi pembelajaran ini dengan baik dan lancar.

Makalah ini merupakan bentuk tugas kelompok Mata Kuliah  Strategi pembelajaran sebagai salah satu penilaian terhadap  proses pembelajaran mata kuliah pengantar pendidikan pada podi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Makassar .

Makalah ini tidak dapat tersususn dengan baik tanpa bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing M.K pengantar pendidikan yaitu Bapak Drs. Parumbuan, M. Si.). Semoga budi baik dan jasa-jasa beliau akan mendapatkan balasan yang baik dari Allah SWT. Amin.

Meski dalam penyusunan makalah ini penulis telah berusaha dengan maksimal, namun penulis masih merasa memiliki kekurangan dalam makalah ini, maka dari itu penulis meminta kritik dan saran pembaca proposal ini. Kami berharap makalah ini dapat bermanfaat begi penulis pada khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.

Makassar,  12 Desember 2011

                                                                                                               Penyusun

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Setiap bangsa memiliki sistem pendidikan  nasional, pendidikan nasional masing-masing bans berdasarkan pada dan dijiwai oleh kebudayaannya. Kebudayaan tersebut sarat dengan nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang melalui sejara sehingga mewarnai seluruh gerak hidup suatu bangsa.

Sistem pendidikan nasional Indonesia disusun berlandaskan kepada kebudayaan bangsa Indonesia dan berdasarkn pada Pancasila dan UUD 1045 sebagai kristalisasi nilai-nilai hidup bangsa Indonesia. Penyelenggaraan sistem pendidikan naional disusun sedemikian rupa, meskipunsecara garis besar ada persamaan dengan sistem pendidikan nasional bangsa lain, sehingga sesuai degan kebutuhan akan pendidikan dari bangsa Indonesia yang secara geografis, demografis, historis, dan kultural berciri khas.

Berdasarkan deskripsi di atas, maka disusunlah makalah ini yang bertujuan membahas khusus materi yang berjudul “Sistem Pendidikan Nasional”.

B. Rumusan Masalah

  1. Apa yang dimaksud dengan sistem pendidikan nasional?
  2. Bagaimanakah kelembagaan, program dan pegelolaan pendidikan nasional Indonesia?
  3. Apakah faktor penghambat dan penunjang pelaksanan muatan lokal?
  4. Bagaimanakah upaya-upaya yang dilakukan untuk mengembangkan sistem pendidikan nasional?

C. Tujuan Penulisan

  1. Untuk menjelaskan sistem pendidikan nasional.
  2. Untuk menjelaskan kelembagaan, program dan pegelolaan pendidikan nasional Indonesia.
  3. Untuk menjelaskan faktor penghambat dan penunjang pelaksanan muatan lokal.
  4. Untuk menjelaskan upaya-upaya yang dilakukan untuk mengembangkan sistem pendidikan nasional.

D. Manfaat Penulisan

  1. Sebagai alat untuk mengetahui sistem pendidikan nasional.
  2. Sebagai alat untuk mengetahui kelembagaan, program dan pegelolaan pendidikan nasional Indonesia.
  3. Sebagai alat untuk mengetahui faktor penghambat dan penunjang pelaksanan muatan lokal.
  4. Sebagai alat untuk mengetahui upaya-upaya yang dilakukan untuk mengembangkan sistem pendidikan nasional.

 

BAB II

SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL

  1. Sistem Pendidikan Nasional

Setiap bangsa memiliki sistem pendidikan nasional. Sistem pendidikan nasional Indonesia disusun berlandaskan kepada kebudayaan bangsa Indonesia dan berdasarkan pada pancasila dan UUD 1945 sebagi kristalisasi nilai-nilai hidup bangsa Indonesia. Penyelenggarakan sistem pendidikan nasional sehingga sesuai dengan kebutuhan akan pendidikan dari bangsa Indonesia secara geografis,demokrafis,historis,dan kultural berciri khas.

  1. 1.      Pengertian Sistem

Beberapa definisi sitem menurut para ahli

Sistem adalah suatu kebulatan keseluruhan yang kompleks atau terorganisir; suatu himpunan atau perpaduan hal-hal atau bagian-bagian yang membentuk suatu kebulatan/keseluruhan yang kompleks atau utuh. (Tatang M. Amirin, 1992:10)

  1. Sistem meruapakan himpunan komponen yang saling berkaitan yang bersama-sama berfungsi untuk mencapai suatu tujuan. (Tatang Amirin, 1992:10)
  2. Sistem  merupakan sehimpunan komponen atau subsistem yang terorganisasikan dan berkaitan sesuai rencana untuk mencapai suatu tujuan tertentu. (Tatang Amirin, 1992:11)
  3. 2.      Batasan tentang Pendidikan

Batasan tentang pendidikan yang dibuat oleh para ahli beraneka ragam, dan kandungannya berbeda yang satu dari yang lain. Perbedaan tersebut mungkin karena orientasinya, konsep dasar yang digunakan, aspek yang menjadi tekanan, atau karena falsafah yang melandasinya.

  1.               i.      Pendidikan sebagai Proses transformasi Budaya

Sebagai proses transformasi budaya, pendidikan diartikan sebagai kegiatan pewarisan budaya dari satu generasi ke generasi yang lain. Nilai-nilai budaya tersebut mengalami proses transformasi dari generasi tua ke generasi muda. Ada tiga bentuk transformasi yaitu nilai-nilai yang masih cocok diteruskan misalnya nilai-nilai kejujuran, rasa tanggung jawab, dan lain-lain.

  1.             ii.      Pendidikan sebagai Proses Pembentukan Pribadi

Sebagai proses pembentukan pribadi, pendidikan diartikan sebagi suatu kegiatan yang sistematis dan sistemik terarah kepada terbentuknya kepribadian peserta didik. Proses pembentukan pribadi melalui 2 sasaran yaitu pembentukan pribadi bagi mereka yang belum dewasa oleh mereka yang sudah dewasa dan bagi mereka yang sudah dewasa atas usaha sendiri.

  1.           iii.      Pendidikan sebagai Proses Penyiapan Warganegara

Pendidikan sebagai penyiapan warganegara diartikan sebagai suatu kegiatan yang terencana untuk membekali peserta didik agar menjadi warga negara yang baik.

  1.           iv.      Pendidikan sebagai Penyiapan Tenaga Kerja

Pendidikan sebagai penyimpana tenaga kerja diartikan sebagai kegiatan membimbing peserta didik sehingga memiliki bekal dasar utuk bekerja. Pembekalan dasar berupa pembentukan sikap, pengetahuan, dan keterampilan kerja pada calon luaran. Ini menjadi misi penting dari pendidikan karena bekerja menjadi kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia.

  1.             v.      Definisi Pendidikan Menurut GBHN

GBHN 1988(BP 7 pusat, 1990: 105) memberikan batasan tentang pendidikan nasional sebagai berikut: pendidikan nasiaonal yang berakar pada kebudayaan bangsa indonesia dan berdasarkan pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945 diarahkan untuk memingkatkan kecerdasan serta dapat memenuhi kebutuhan pembangunan nasional dan bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.

Sedangkan  menurut ahli pendidikan, pendidikan dapat didefinisikan sebagai berikut.

a)      Langeveld

Pendidikan adalah setiap usaha, pengaruh, perlindungan dan bantuan yang diberikan kepada anak tertuju kepada pendewasaan anak itu, atau lebih tepat membantu anak agar cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri. Pengaruh itu datangnya dari orang dewasa (atau yang diciptakan oleh orang dewasa seperti sekolah, buku, putaran hidup sehari-hari, dan sebagainya) dan ditujukan kepada orang yang belum dewasa.

b)      Ki Hajar Dewantara

Pendidikan yaitu tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.

c)      Menurut UU Nomor 2 Tahun 1989

Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang.

d)     Menurut UU No. 20 tahun 2003

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara.

Jadi, sistem pendidikan nasional adalah suatu sistem dalam suatu Negara yang mengatur pendidikan yang ada di negaranya agar dapat mencerdaskan kehidupan bangsa, agar tercipta kesejahteraan umum dalam masyarakat.

 

  1. Kelembagaan, Program Dan Pegelolaan Pendidikan Nasional Indonesia

Kelembagaan, program dan pengelolaan pendidikan merupakan bagian dari sistem pendidikan secara keseluruhan.

  1. Jalur pendidikan

Dalam UU No. 20 tahun 2003 Pasal 13 ayat 1 dinyatakan bahwa jalur pendidikan terdiri dari pendidikan formal, non-formal dan informal.

Pendidikan formal

Pendidikan non-formal

Pendidikan informal

– Tempat pembelajaran di gedung sekolah.

– Ada persyaratan khusus untuk menjadi peserta didik.

– Kurikulumnya jelas.

– Materi pembelajaran bersifat akademis.

– Proses pendidikannya memakan waktu yang lama

– Ada ujian formal

– Penyelenggara pendidikan adalah pemerintah atau swasta.

– Tenaga pengajar memiliki klasifikasi tertentu.

– Diselenggarakan dengan administrasi yang seragam- Tempat pembelajarannya bisa di luar gedung

– Kadang tidak ada persyaratan khusus.

– Umumnya tidak memiliki jenjang yang jelas.

– Adanya program tertentu yang khusus hendak ditangani.

– Bersifat praktis dan khusus.

– Pendidikannya berlangsung singkat

– Terkadang ada ujian

– Dapat dilakukan oleh pemerintah atau swasta- Tempat pembelajaran bisa di mana saja.

– Tidak ada persyaratan

– Tidak berjenjang

– Tidak ada program yang direncanakan secara formal

– Tidak ada materi tertentu yang harus tersaji secara formal.

– Tidak ada ujian.

– Tidak ada lembaga sebagai penyelenggara.

  1. Jenjang pendidikan

Jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang diterapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai dan kemampuan yang akan dikembangkan. Menurut UU No. 20 tahun 2003 pasal 14, jenjang pendidikan formal terdiri atas:

Pendidikan dasar (SD dan SMP, MTS)

Pendidikan menengah (SMA, MA, SMK, MAK)

Pendidikan tinggi (politeknik, sekolah tinggi, institut, universitas)

  1. Jenis pendidikan

Menurut UU No. 20 tahun 2003 pasal 15, jenis pendidikan mencakup:

1)   Pendidikan umum=> Pendidikan dasar dan menengah yang mengutamakan perluasan pengetahuan yang diperlukan oleh peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

2)   Pendidikan kejuruan=> Pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik untuk bekerja dalam bidang tertentu.

3)   Pendidikan akademik=> Pendidikan tinggiyang diarahkan terutama pada penguasaan disiplin ilmu pengetahuan tertentu (program sarjana dan pascasarjana).

4)   Pendidikan profesi=> Pendidikan tinggi yang diarahkan untuk mempersiapkan peserta didik agar memiliki pekerjaan dengan persyaratan keahlian khusus.

5)   Pendidikan vokasi=> Pendidikan tinggi yang diarahkan untuk mempersiapkan peserta didik agar memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu maksimal setara dengan program sarjana.

6)   Pendidikan keagamaan=> Pendidikan dasar, menengah dan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan ilmu pengetahuan tentang ajaran agama atau menjadi ahli ilmu agama.

7)   Pendidikan khusus=> Pendidikan yang diselenggarakan bagi peserta didik yang berkelainan atau peserta didik yang memiliki kecerdasan luar biasa yang diselenggarakan secara inklusif.

  1. Kurikulum

Ketentuan mengenai kurikulum diatur dalam UU no.20 tahun 2003 pasal 36, 37, dan 38.

Pasal 36:

1)      Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

2)      Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah dan peserta didik.

3)      Kurikulum disusun dengan jenjang pendidikan dalam kerangka NKRI dengan memperhatikan:

  1. Peningkatan iman dan taqwa.
  2. Peningkatan akhlak mulia.
  3. Peningkatan potensi, kecerdasan dan minat peserta didik.
  4. Keragaman potensi daerah dan nasional.
  5. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional.
  6. Tuntutan dunia kerja.
  7. Perkembangan Ipteks.
  8. Agama.
  9. Dinamika perkembangan global.
  10. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan.
  1. Cara Merancang Pengajaran

Cara menjabarkan muatan lokal ke dalam bentuk rancangan pengajaran. Kegiatan ini sudah dimanfaatkan wawasan tentang pendekatan yang digunakan, strategi belajar, metode/teknik, sarana.

  1. Faktor Penghambat Dan Penunjang Pelaksanan Muatan Lokal

a. Latar Belakang

Indonesia memiliki ciri khas mengenai adat istiadat, tata cara, tata krama, kesenian, kondisi alam serta nilai-nilai kehidupannya masing-masing. Keanekaragaman budaya, lingkungan sosial, dan kondisi alam itu merupakan kekayaan hidup bangsa Indonesia, oleh karena itu perlu dilestarikan dan dikembangkan melalui upaya pendidikan. Untuk itu, program sekolah harus juga memuat unsur-unsur lingkungan yang disebut Muatan Lokal (ML).

Kenyataan sampai tahun 80-an kurikulum disusun seluruhnya secara terpusat dan tidak memberi peluang untuk dijalinnya muatan lokal yang beraneka ragam yang mencerminkan kekhasan daerah. Beranjak dari kenyataan tersebut, maka dalam pengembangan kurikulum sekolah, daerah perlu dilibatkan, agar sekolah berkesempatan menyusun program muatan lokal yang sesuai yang dipilih melalui lingkungannya.

Kesungguhan pemerintah dalam merealisasikan pemikiran mengenai muatan lokal diwujudkan dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan kebudayaan RI No. 0412/U/1987 Tanggal 11 Juli 1987 tentang Penerapan Muatan Lokal Sekolah Dasar.

b. Pengertian Muatan Lokal (ML)

Pengertian muatan lokal menurut Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan adalah program pendidikan yang isi dan media penyampaiannya dikaitkan dengan lingkungan alam, sosial, budaya, serta kebutuhan daerah.

Yang dimaksud dengan isi adalah materi pelajaran yang dipilih dari lingkungan.Yang dimaksud dengan media penyampaian ialah metode dan berbagai alat bantu pembelajaran yang digunakan dalam menyajikan isi muatan lokal.

Yang dimaksud lingkungan alam adalah lingkungan yang terdiri dari lingkungan hidup yang meliputi tumbuh-tumbuhan, hewan, manusia, dan lingkungan tak hidup yang meliputi tanah, air, dan udara.

Yang dimaksud dengan lingkungan sosial adalah lembaga-lembaga masyarakat dan peraturan-peraturan yang ada dan berlaku di daerah di mana murid dan sekolah itu berada.

c. Tujuan Muatan Lokal

 Dari sudut kepentingan nasional

  1. Melestarikan dan mengembangkan kebudayaan yang khas daerah.
  2.  Mengubah nilai dan sikap masyarakat terhadap lingkungan kearah positif.

 Dari sudut kepentingan peserta didik

  1. Meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap lingkungannya.
  2. Mengakrabkan peserta didik dengan lingkungannya.
  3.  Menerapkan pengetahuan dan ketrampilan yang dipelajari
  4. Memenfaatkan sumber belajar yang kaya yang dapat dilingkungannya.

d. Cara Pengaplikasikan Mautan Lokal ke dalam Kurikulum

Pada dasarnya, pengaplikasikan muatan lokal ke dalam kurikulum ada 2 macam, yaitu :

  1. Dilihat dari unit muatan lokal (lingkungan muatan lokal besar atau kecil).
  2. Dilihat dari proses memadukan muatan lokal ke dalam kurikulum.

e. Faktor Penghambat dan Penunjang Pelaksanaan Muatan Lokal

 Faktor Penghambat

1. Sebagian besar memberi tekanan pada pembinaan tingkah laku afektif dan psikomotor.

2. Pelaksanaan Muatan Lokal (ML) memerlukan pengorganisasikan secara khusus karena melibatkan pihak-pihak lain selain sekolah.

3. Pelaksanaan ML menggunakan pendekatan ketrampilan proses dan CBSA.

4. Sistem ujian akhir dan ijazah yang diselenggarakan di sekolah umumnya masih menciptakan iklim pengajaran yang memberikan tekanan lebih pada mata pelajaran akademik.

5. Sarana penunjang yang optimal belum dimiliki oleh sekolah.

 Faktor Penunjang

1. Adanya keinginan dari kebanyakan peserta didik untuk cepat memperoleh bekal kerja dan pekerjaan apapun yang membawa hasil.

2. Materi ML cukup banyak tersedia baik macamnya maupun penyebarannya.

3. Ketenagaan yang bervariasi.

4. Adanya materi ML yang sudah tercantum sebagai materi kurikulum dan sudah dilakukan secara rutin.

5. Media komunikasi visual seperti TV dan video sudah tidak sulit untuk dimanfaatkan.

  1. Upaya-Upaya Yang Dilakukan Untuk Mengembangkan Sistem Pendidikan Nasional
    1. 1.      Jenis Upaya Pembaruan Pendidikan

Pembaruan yang terjadi meliputi landasan yuridis, kurikulum, perangkat penunjangnya, struktur prndidikan, dan tenaga kependidikan.

  1.           i.     Pembaruan Landasan Yuridis

Landasan yuridis adalah landasan hukum yang mendasari semua kegiatan pendidikan dan mengenai hal-hal yang penting seperti komponen struktur pendidikan, kurikulum, pengelolaan, pengawasan dan ketenagaan.

Sejak kemerdekaan pemerintah terus berupaya melakukan perbaikan sistem pendidikan nasional melalui peraturan pemerintah dan undang undang sisdiknas. Dan revisi itu akan terus dilakukan sejalan tingkat kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan.

  1.        ii.      Pembaruan Kurikulum

Pembaruan kurikulum dapat dilihat dari segi orientasinya, strategi, isi/program, dan metodenya. Seperti kurikulum 1975/1976, 1984, 1992, 1994, 1999, 2004 (KBK), dan yang terakhir adalah kurikulum 2006.

  1.      iii.      Pembaruan Pola dan Masa Studi

Pembaruan pola masa studi termasuk pendidikan yang meliputi pembaruan jenjang dan jenis pendidikan serta lama waktu belajar pada satuan pendidikan.

  1.      iv.      Pembaruan Tenaga Pendidikan

Yang dimaksud tenaga kependidikan adalah tenaga yang bertugas menyelenggarakan kegiatan mengajar, melatih, meneliti, mengembangkan, mengelola, dan memberikan pelayanan teknis dalam bidang pendidikan.

  1. 2.      Cara Pembaruan Pendidikan

Pembaharuan yang terjadi meliputi landasan yuridis, kurikulum dan perangkat penunjangnya, struktur pendidikan, dan tenaga kependidikan:

  1. Pembaharuan pendidikan yang sangat mendasar ialah pembaharuan yang tertuju pada landasan yuridisnya karena landasan yuridis berhubungan dengan hal-hal yang bersifat mendasari semua kegiatan pelaksanaan pendidikan dan mengenai hal-hal yang penting seperti komponen struktur pendidikan, kurikulum, pengelolaan, pengawasan, ketenagaan.
  2. Pembaharuan kurikulum yaitu sifatnya mempertahankan dan mengubah.
  3. Pembaharuan pola masa studi termasuk pendidikan yang meliputi pembaharuan jenjang dan jenis pendidikan serta lama waktu belajar pada suatu satuan pendidikan.
  4. Pembaharuan tenaga kependidikan adalah tenaga yang bertugas menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar, melatih, meneliti, mengembangkan, mengelola, memberikan pelayanan teknis dalam bidang pendidikan.
  5. 3.      Dasar dan Aspek Legal Pembangunan Pendidikan Nasional

Dasar dan aspek legal pembangunan pendidikan nasional berupa ketentuan-ketentuan yuridis yang menjadi dasar, acuan, serta mengatur penyelenggaraan sistem pendidikan nasional, seperti pancasila, UUD 1945, GBHN, UU Organik Pendidikan, Perpu, dan lain-lain. Program utama pembangunan pendidikan, yaitu:

  1. Perjuangan dan penerapan kesempatan mengikuti pendidikan
  2. Peningkatan mutu pendidikan
  3.  relevansi pendidikan
  4. Pendidikan efisiensi dan efektivitas pendidikan
  5.  Kebudayaan
  6. Pembinaan generasi muda
    Program pokok pembangunan pendidikan dinyatakan dalam GBHN memberi pedoman bagi upaya merealisasikan pasal 31 dan 32 UUD 1945, yakni bahwa:

–          Tiap warga negara mendapat pengajaran

–          Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran nasional

–          Pemerintah memajukan kebudayaan nasional Indonesia
Untuk menyongsong laju pembangunan nasional maka upaya penyempurnaan UU Organik bidang pendidikan dilakukan terus dan sebagai hasilnya lahirlah UU RI No. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Sejumlah peraturan pemerintah yaitu pasal-pasal tertentu dari UU RI no. 2 tahun 1989 peraturan pemerintah, yaitu:

ü  PP No. 27 th 1990 tentang Pendidikan Pra Sekolah

ü  PP No. 28 th 1990 tentang Pendidikan Dasar

ü  PP No. 29 th 1990 tentang Pendidikan Menengah

ü  PP No. 30 th 1990 tentang Pendidikan Tinggi

ü  PP No. 73 th 1991 tentang Pendidikan Luar Sekolah

ü  PP No. 38 th 1991 tentang Tenaga Kependidikan

ü  PP No. 39 th 1992 tentang Peran Serta Masyarakat Dalam Pendidikan

 

BAB III
PENUTUP

  1. A.    Kesimpulan

Pendidikan adalah suatu usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik agar berperan aktif dan positif dalam hidupnya sekarang dan yang akan datang, dan pendidikan nasional Indonesia adalah pendidikan yang berakar pada pencapaian tujuan pembangunan nasional Indonesia. Jadi sistem pendidikan nasional merupakan satu keseluruhan yang terpadu dari semua suatu kegiatan pendidikan yang saling berkaitan untuk mengusahakan tercapainya tujuan pendidikan nasional dan diselenggarakan oleh pemerintah swasta di bawah tanggung jawab Menteri Dikbud dan Menteri lainnya.

Jenis pendidikan adalah pendidikan yang dikelompokan sesuai dengan sifat dan kekhususan tujuannya dan program yang termasuk jalur pendidikan sekolah terdiri atas pendidikan umum, Pendidikan keturunan dan pendidikan lainnya. Serta upaya pembaharuannya meliputi landasan yuridis, Kurikulum dan perangkat penunjangnya, struktur pendidikan dan tenaga kependidikan

B. Saran

Dewasa ini sistem pendidikan nasional selalu dianggap sepele padahal sangatlah penting. Peserta didik mengetahui cara dan bagaimana mengetahui tentang sistem pendidikan nasional. Jadi kita sebagai pelajar dan peserta didik harus tahu jenis, jalur, program sistem pendidikan nasional.

DAFTAR PUSTAKA

http://fatamorghana.wordpress.com/2008/07/24/bab-vii-sistem-pendidikan-nasional/

http://fatamorghana.wordpress.com/2008/07/11/bab-ii-pengertian-dan-unsur-unsur-pendidikan/

http://id.wikipedia.org/wiki/Dasar_Pendidikan

http://moshimoshi.netne.net/materi/ilmu_pendidikan/bab_8.htm

http://pelangi-iffah.blogspot.com/2011/04/sistem-pendidikan-nasional.html

http://makalahkumakalahmu.wordpress.com/2008/09/13/makalah-ilmu-pendidikan-tentang-sistem-pendidikan

Tirtarahardja, Umar dan S.L. La Sulo. 2005. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta

 

Manajemen sumber daya manusia, disingkat MSDM, adalah suatu  atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan  (tenaga kerja) yang dimiliki oleh  secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan (goal) bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal.

MANAJEMEN dari kata to mnage artinya mengelola , mengatur, mengurus, untuk memperoleh keuntungan

MSDM menurut Harol Oni  O’ Donell: pencapaian tujuan (organisasi) yang digunakan ditentukan dengan menggunakan tenaga orang lain.

MSDM menurut Henry Fayol: manajemen adaah proses POAC dan C

Menurut A.F. Stoner manajemen sumber daya manusia adalah suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya. Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktivitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukanBagian atau unit yang biasanya mengurusi sdm adalah departemen sumber daya manusia atau dalam bahasa inggris disebut HRD atau human resource department

KESIMPULAN ada 4

MSDM secara arti kata memPOACkan SDM yaitu

  1. Keseluruhan kegiatan yang dilakukan mulai perencanaan, organizing, actuating, sampai pengendalian untuk mencapai tujuan tertentu.
  2. Yaitu suatu proses perencanaan penerimaan, seleksi, pelatihan, pengembangan, penarikan, penggajian, pembinaan, dan pemutusan hubungan kerja dalam perusahaan.

Dalam MSDM terdapat dua tinjauan

  1. Secara mikro: yaitu masalah MSDM secara keseluruhan
  2. Mikro: tentang bagaimana merencanakan , mengorganisir, menarik, dan mengalokasikan tenaga kerja.

Syarat MSDM 1. Ada egiatan/proses, 2. Tujuan , 3. Seni dan IPA, 4. Ada SDM yg dipergunakan

Metode pendekatan MSDM

  1. Pendekatan konvensional/ mekanis: adalah mengganti peranan tenaga kerja manusia dengan tenaga mesin untuk melakukan pekerjaan. Penggantian ini didasarkan kepada pertimbangan ekonomis, kemanusiaan, efetivitas, dan kemmpuan yang lebih besra sehingga menganggap bahwa MSDM sama dengan asset (factor produksi).

Keuntungan: pekerja semakin terampil dan efektivitas semakin besar. Kekurangan: pekerjaan membosankan, mematikan kreativitas, dan kebanggaan terhadap pekerjaan berkurang.

  1. Pendekatan konformitas/paternalis: manajer untuk pengerahan bawahannya bertindak seperti bapak terhadap anak-anaknya. Para bawahan diperlakukan secara baik, fasilitas-fasilitas iberikan, bawahan dianggap sebagai anak-anaknya.

Pendekatan ini membuat karyawan menjadi manja, malas, sehingga produktivitas kerjanya menurun dan mengakibtkan kerugian

  1. Pendekatan system social: memandang bahwa organisasi-organisasi perusahaan dalah suatu system yang kompleks yang beroperasi dalam lingkungan yang kompleks yang biasa disebut sebagai system yang ada di luar. Pendekatan ini mengutamakan kepada hubungan harmonis,interaksi yang baik, saling menghargai, saling membutuhkan, dan saling mengisi sehingga terdapat suatu total system yang baik yang mengacu pada kebutuhan fisik dan psikis.

Tantangan-Tantangan MSDM

  1. Kompetisi global
  2. Pengangguran: tdk terserapnya lapangan pekerjaan
  3. Tanggung jawab social: bagaiman mensejahterakan rakyat
  4. Pertumbuhan penduduk
  5. Tingkat pendidikan
  6. Keanekaragaman tenaga kerja
  7. Kebutuhan psikologis

Bidang garapan MSDM menurut R. Wayne Mondy dan Robert M. Noe

  1. Perencanaan, rekrutmen, seleksi
  2. Pengembangan SDM
  3. Penghargaan (konpensasi)
  4. Keamanan dan esejahteraan kerja
  5. Serikat pekerja
  6. Riset pengembangan

Fungsi MSDM

  1. Perencanaan 2.pengorganisasian,3. Pengarahan,4. Pengendalian. 5. Pengadaan, 6. Pengembangan, 7. Konpensasi, 8. Pengintegrasian, 9. Pemeliharaan, 10. Kedisiplinan, 11. Pemberhentian

Perencannan sumber daya manusia

  1. Jasmani, 2.fisik. 3.kemampuan, 4. Rohani

–          Intinya bagaimana manajemen menyiapkan tepat(tersedia) bagi organisasi

–          Mempunyai tenaga kerja yang tepat untuk jabatan atau keahlian tertentu

R. Wayne Mondy:mengatakan bahwa perencanaan SDM adalah proses yang sistematis untuk menjamin bahwa persyaratan tenaga kerja bersama pekerja tersedia ketika diperlukan

Tujuan  pelaksanaan  perencanaan  SDM

  1. Untuk menentukan kualitas dan kuantitas karyawan yang akan direkrut
  2. Untuk menjamin ketersediaan tenaga kerja masa sekarang (masa kini) dan masa depan sesuai dengan spesifikasi
  3. Untuk menghindari adanya tumpang tindi dalam pelaksanaan pekerjaan
  4. Untuk mempermudah KIS (kordinsi, integrasi, sinkronisasi)
  5. Untuk menghindari kelebiha dan kekurangan tenaga kerja
  6. Sebagai patokan dasar dalam penarikan rekrutmen, seleksi, pengembangan, konpensasi, pemeliharaan, dan penghentian karyawan.

Manfaat perencanaan MSDM

  1. SDM dapat dioptimalkan
  2. Produktivitas SDM dapat ditingkatkan
  3. Kebutuhan MSDM masa akan dating cepat diantisipasi
  4. Informnasi SDM dapat selalu tersedia
  5. Pasar tenaga kerja dapat lebih cepat diketahui
  6. Sebagai patokan untuk menyusun program-program SDM lainnya dalam organisai

Melakukan persiapan dan seleksi tenaga kerja (Preparation and selection)

Persiapan. Dalam proses persiapan dilakukan perencanaan kebutuhan akan sumber daya manusia dengan menentukan berbagai pekerjaan yang mungkin timbul. Yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan perkiraan/forecast akan pekerjaan yang lowong, jumlahnya, waktu, dan lain sebagainya. Ada dua faktor yang perlu diperhatikan dalam melakukan persiapan, yaitu faktor internal seperti jumlah kebutuhan karyawan baru, struktur organisasi, departemen yang ada, dan lain-lain. Faktor eksternal seperti hukum ketenagakerjaan, kondisi pasa tenaga kerja, dan lain sebagainya

REKRUTMEN & SELEKSI

  1. Rekrutmen tenaga kerja/Recruitment. Rekrutmen adalah suatu proses untuk mencari calon atau kandidat pegawai, karyawan, buruh, manajer, atau tenaga kerja baru untuk memenuhi kebutuhan sdm oraganisasi atau perusahaan. Dalam tahapan ini diperlukan analisis jabatan yang ada untuk membuat deskripsi pekerjaan/job description dan juga spesifikasi pekerjaan/job specification.
  2. Seleksi tenaga kerja/Selection. Seleksi tenaga kerja adalah suatu proses menemukan tenaga kerja yang tepat dari sekian banyak kandidat atau calon yang ada. Tahap awal yang perlu dilakukan setelah menerima berkas lamaran adalah melihat daftar riwayat hidup/cv/curriculum vittae milik pelamar. Kemudian dari cv pelamar dilakukan penyortiran antara pelamar yang akan dipanggil dengan yang gagal memenuhi standar suatu pekerjaan. Lalu berikutnya adalah memanggil kandidat terpilih untuk dilakukan ujian test tertulis, wawancara kerja/interview dan proses seleksi lainnya

Rekritment : proses pencapaian dan penerimaan para pelamar sebagai karyawan.

Kenapa rekrutment menjadi suatu keharusan? Karena rekrutment adalah penting, apabila salah maka akan berakibt fatal

Kendala dalam rekutment

  1. Rencana-rencana strategis sumber daya manusia
  2. UU peluang memperoleh pekerjaan
  3. Kebiasaan-kebiasaan rekrutmen (penyimpangan rekrutment)
  4. Kondisi-kondisi lingkungan : tingkat pasar tenaga kerja, tingkat pengangguran
  5. Persyaratan-persyaratan pekerjaan
  6. Biaya-biaya
  7. Insentif
  8. Kebijakan-kebijakan organisai
  9. Kebijakan penerimaan tenaga local
  10. Kebijakan promosi

Saluraan-saluran rekrutment

 Internal

  1.  Promosi
  2. Transfer
  3. Job posting program

External

  1. Walks ins dan write ins: system online
  2. Rekomendasi dari karyawan
  3. Advertising (periklanan)
  4. Agen-agen penempatan kerja
  5. Prefesional secara firm
  6. Lembaga-lembaga pendidikan
  7. Organisasi-organisasi karyawan
  8. Leasing
  9. Asosiasi prefesional

SELEKSI

Seleksi tenaga kerja/Selection. Seleksi tenaga kerja adalah suatu proses menemukan tenaga kerja yang tepat dari sekian banyak kandidat atau calon yang ada. Tahap awal yang perlu dilakukan setelah menerima berkas lamaran adalah melihat daftar riwayat hidup/cv/curriculum vittae milik pelamar. Kemudian dari cv pelamar dilakukan penyortiran antara pelamar yang akan dipanggil dengan yang gagal memenuhi standar suatu pekerjaan. Lalu berikutnya adalah memanggil kandidat terpilih untuk dilakukan ujian test tertulis, wawancara kerja/interview dan proses seleksi lainnya.

SELEKSI: serangkaian tindakan yang digunakan untuk menyatakan pelamar diterima atau tidak melalui informasi analitis jabatan, rencana-rencana MSDM, dan perekrutan dan seleksi.

Bagaimana proses seleksi?

  1. Penerimaan pendahuluan
  2. Tes dan alat tes (valid dan sesuai tipe tes)
  3. Wawancar formal
  4. Tes referensi
  5. Tes medis
  6. Wawancara langsung kepada atasan
  1. Psikologi: kejiwaan, mental, watak
  2. Pengetahuan
  3. Performance: mengukur keterampilan

PENGEMBANGAN

Pengembangan adalah suatu usaha untuk meningkatkan kemampuan teknis, teoritis, konseptual, dan moral karyawan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan/jabatan mellui pendidikan dan latihan.

Tujuan:

pengembangan untuk memperbaiki efektivitas kerja karyawan dalam mencapai hasil-hasil atau tujuanya membentuk karyawan yang cakap dan terampil.

Atau dengan kata lain 1. Produktivitas kerja, 2.efesiensi, 3. Kerusakan.4. kecelakaan, 5. Pelyanan,6.moral, 7. Karier, 8. Konseptual, 9. Kepemimpinan, 10. Balas jasa, 11. Konsumen

Prinsip-prinsip

  1. Motivasi, 2. Laporan kemajuan, 3. Reinforcement (ada ganjaran dan ada hadiah), 4. Perbedaan individual, 5. Prktik

Macam-macam pengembangan

–          Pengembangan secara informal: yaitu karyawan  atas keinginan dan usaha sendiri melatih dan mengembalikan dirinya dengan mempelajari  buku-bukuan literature yang ada hubungan dengan pengetahuan tentang keahlian. Atau dengan kata lain dilakukan sendiri tanpa melalui utusan

–          Pengembangan secara formal: dilakukan dengan cara mengirim utusan dari suatu lembaga yang bukan merupakan keinginan pribadi melainkan lembaga

PROSES pengembangan

  1. Sasaran :
  1. Kemampuan teknikal skill
  2. Manajemen skill
  3. Konseptual skill
  1. Kurikulum: metode
  2. Sarana dan prasarana
  3. Peserta: berbagai kendala yang dialami peserta perlu diketahui, harus ada sinkron antara peserta dengan pemateri
  4. Pelaksanaan: bebrapa langkah dengan menjalankan program

METODE-METODE pengembangan

  1. Metode latihan/training: arahnya untuk terampil kompeten, yang terdiri dari

–          On the job training

–          Apprentiship training/ magang

–          Simulation training /memperagakan

–          Vestibule training/ misalnya BLK

  1. Metode pendidikan yang efisien: arahnya manjerial

–          Metode sekolah

–          Metode diskusi

–          Metode kasus

TOLAK ukur keberhasilan Pngembangan SDM

Indicator:

–          Prestasi kerja karyawan meningkat

–          Kedisiplinan karyawan meningat

–          Absensinya menurun

–          Penggunaan sarana dan prasarana lebih efisien dan tingkat kerusakan pada asset menuru

–          Tingkat kecerobohan/ kecelakaan karyawan menurun

–          Inisiatif meningkat

–          Praparsa karyawan harus lebih baik

–          Tingkat pemborosan berkurang

Strategi pengembangan SDM

  1. Dari segi fisik: ada peran aktif dalm menjawab tantangan kebudayaan kondisi fisik yang sehat
  2. Dari segi psikis: berkaitan dengan mental, kejiwaan, kerohanian

Kendala-kendala pengembanan SDM

  1. Latar belakang peserta
  2. Pelatih (instruktur) sulit ditemukan
  3. Fasilitas yang minim
  4. Kurikulum yang kaku/ tidak fleksibel
  5. Dana yang kurang

 

PERFORMANCE APPRESIAL SDM

Performance appresial : suatu proses mengawali/ mengukur prestasi kinerjakaryawan dalam kurun waktu tertentu atu adanya penilaian terhadap prestasi kerja karyawan.

PRESTASI KERJA: adalah tindakan atau pelaksanaan tugas yang telah diselesaikan oleh seseorang karyawan dalam jangka waktu tertentu

TUJUAN : untuk memperbaiki keputusan personalia dan merupakan umpan balik bagi karyawan tentang pelaksanaan pekerjaan mereka dengan cara 1. memberi motivasi, 2. Memberi peluang kepada karyawan dan mendiskusikan harapan-harapan dan kemudian bias merencanakan program-program kerja mereka

MANFAAT  EVALUASI KERJA

  1. Mendorong peningkatan prestasi kerja
  2. Mengetahui SDM yang perlu memperoleh pembinaan
  3. Dasar atau bahan pemberian kebutuhan penetapan kompensasi/ imbalan
  4. Sebagai dasar untuk kepentingan mutasi (promosi, alih tugas, alih wilayah, domisili)
  5. Dasar untuk menyusun program untuk penilaian
  6. Dasar untuk perbaikan prestasi karyawan

DEFINISI JOB DESIGN :

Suatu pendekataan di dalam pekerjaan,yang dilakukan sedemikian rupa untuk memetik minat pekerja dengan mengadakan job enlargment dan job enrichment. job design berisi sekumpulan tugas yang digolongkan berdasarkan :
* Tugas apa yang dikerjakan,
* Bagaimana tugas tersebut dikerjakan,
* Berapa banyak tugas tersebut dikerjakan,

PRINSIP JOB DESIGN MENGELOMPOKKAN MASALAH MENJADI :* pekerjaan melebihi batas (work overload),
* pekerjaan yang tidak memenuhi batas (work underload),
* pengulangan (repetitiveness),
* keterbatasan kerja (limited control over work),
* isolation,
* shiftwork,
* delays in filling vacant positions,
* excessive working hours, and
* keterbatasan pengertian dari proses kerja.

JOB DESIGN:

* mengasilkan input yang baik bagi Pekerja. pekerja harus memiliki pilihan untuk kebutuhan personal, kebiasan kerja, dan kenyamanan dalam dunia kerja.
* membentuk pemikiran pekerja mengenai accomplishment.
* pekerja mengetahui tugas apa dan bagaimana menyelesaikannya.
* tersedianya jadwal kerja dan istirahat.
* menyediakan feedback bagi pekerja.
* meminimalkan energi yang dikeluarkan dengan penghargaan yang diterima.
* keseimbangan kerja.

Pendekatan dalam Job design

Job Enlargement: praktek yang memperluas isi dari pekerjaan yang meliputi jenis dan tugas dalam tingkat yang sama. Job enlargement seharusnya dapat menambah kesenangan untuk bekerja tapi tidak diwajibkan memberika pekerja tanggung jawab lebih.

Job Rotation: Job rotation memindahkan pekerja dari 1 tugasa ke tugas lain. ini mendistribusikan grup kerja diantara sejumlah pekerja.
Job Enrichment: praktek yang memberikan karyawan tingkat kebebasan yang lebih tinggi terhadap perencanaan dan pengorganisasian pekerjaan melalui implementasi kerja dan hasil evaluasi.
Work Design (Job Engineering): desain kerja yang mengijinkan pekerja melihat bagaimana metode kerja, layout kerjasama antara pekerja dengan mesin.

LANGKAH – LANGKAH YANG HARUS DIAMBIL KETIKA MEMBUAT JOB DESIGN :

– kerjakan tugas yang biasa (Do an assessment of current work practices).
– kerjakan tugas analisis ( Do a task analysis ).
– Golongkan tugas – tugas
– identifikasi masalah – masalah yang ada
– implementasikan job design
– evaluasi kembali job design

JOB DESCRIPTION

adalah Sebuah kumpulan informasi jabatan dan disusun secara sistematis yang diperoleh melalui Job Analysis, yang dapat mengidentifikasi dan menguraikan suatu jabatan atau posisi tertentu. Membuat status setiap jabatan menjadi jelas akan: Fungsi & Perannya, Hasilnya, Tanggungjawabnya.

Contoh Job Description

Jabatan pekerjaan : MANAGER / ASST.MANAGER

Bertanggung Jawab Kepada : PRODUCTION MANAGER / PLANT MANAGER

Sasaran Tugas :
Manager bertanggung jawab untuk memfasilitasi, mengatur, mengontrol dan meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia ,bahan baku setengah jadi/jadi dan mesin – mesin produksi didalam wilayah tanggung jawabnya guna memaksimalkan effisiensi, meminimalkan biaya dan menghasilkan bahan setengah jadi / jadi yang memenuhi standard kebutuhan pelanggan.

Kualifikasi :
1. Pendidikan (Education) :
a. S1 Pengalaman 2 tahun
b. D3 Pengalaman 3 tahun
c. SLTA Pengalaman 10 tahun
d. SLTP pengalaman 15 tahun

2. Pengalaman (Experience) :
a. Mechanial
b. Metallurgy
c. Dasar Operasi Mesin X
d. Dasar Proses Produksi

3. Pelatihan dan Keahlian (Training & Skill) :
a. Teknis :
Dasar Operasi Mesin X
Dasar Hydraulic/Pneumatic system
b. Managerial :
Proses Produksi
Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Sumber Daya Manusia

4. Persyaratan khusus :
a. Tidak cacat fisik
b. Tidak buta warna

5. Lain-lain :
a. Disiplin
b. Bertanggung jawab
c. Konsisten/stabil

 

by Syarif

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.